Cara Menentukan Masa Subur Wanita

Posted by Author 0 comments
Masa subur wanita sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan hamil dan bagi yang ingin menunda kehamilan. Wanita yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa dijadikan patokan untuk melakukan hubungan seksual karena saat ini ovulasi sedang terjadi sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang mau menunda kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Banyak pasangan yang bingung bagaimana menentukan masa subur padahal sebenarnya caranya sangat mudah dan simpel. Mengapa saya bilang mudah dan simpel karena memang bisa dilakukan oleh pasangan usia subur dengan mandiri tanpa bantuan orang lain. Cukup dengan bantuan kalender dan termometer sudah bisa melakukannya.

Berikut saya jabarkan cara cara menentukan masa subur yang umum digunakan :

Sistem Kalender
Menentukan masa subur dengan menggunakan system kalender ada dua cara yaitu :

  1. Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.
  2. Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 - 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20.

Metoda Lendir Serviks
Dalam metoda ini dinilai sifat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur.

Metoda Suhu Tubuh
Metoda ini agak sedikit lebih rumit, tapi masih bisa dikerjakan oleh pasangan usia subur. Pertama tama, kita harus mengukur suhu tubuh si wanita sejak siklus pertama haid sampai haid berikutnya pada pagi hari (baru bangun tidur). Suhu harian itu kemudian dicatat dan dihubungan dengan garis (seperti membuat grafik). Saat ovulasi/masa subur, suhu tubuh akan meningkat 0.05 sampai 0.2 derajat Celcius. Saat inilah saat yang tepat untuk melakukan hubungan seksual. Memang cara ini merupakan cara yang paling rumit tetapi tidak ada salahnya dicoba.

Sumber : www.blogdokter.net

HIV-AIDS

Posted by Author 0 comments
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.

  • Cara Penularan virus HIV AIDS
    1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.
    2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb
    3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.
    4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.

    Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat
    serta Urine (Air seni atau air kencing).

  • Tanda dan Gejala Penyakit AIDS
  • Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.

    Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :
    1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.
    2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
    3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.
    4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
    5. 5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.
    6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).
  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDS
  • Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.

    Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.

    Sumber : www.infopenyakit.com

    Resep Cookies Ubi

    Posted by Author 0 comments
    Bahan :
    • 150 gram tepung ubi ungu (siap pakai)
    • 200 gram susu formula lanjutan
    • 125 gram mentega
    • 1 butir telur

    Cara membuat :
    1. Campur tepung ubi ungu dan susu, aduk rata
    2. Kocok telur dan mentega hingga halus. Campur dengan tepung ubi dan susu, aduk rata
    3. Cetak sesuai selera. Panggang selama 20 menit pada suhu 180 celsius

    Untuk 20 potong

    Pengobatan Untuk Serangan Penyakit Asma Akut

    Posted by Author 0 comments
    Suatu serangan penyakit asma harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk membuka saluran pernafasan. Obat yang digunakan untuk mencegah juga digunakan untuk mengobati penyakit asma, tetapi dalam dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.

    Agonis reseptor beta-2 adrenergik digunakan dalam bentuk inhaler (obat hirup) atau sebagai nebulizer (untuk sesak nafas yang sangat berat). Nebulizer mengarahkan udara atau oksigen dibawah tekanan melalui suatu larutan obat, sehingga menghasilkan kabut untuk dihirup oleh penderita.

    Pengobatan penyakit asma juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan epinefrin atau terbutalin di bawah kulit dan aminofilin (sejenis teofilin) melalui infus intravena.

    Penderita yang mengalami serangan hebat dan tidak menunjukkan perbaikan terhadap pengobatan lainnya, bisa mendapatkan suntikan kortikosteroid, biasanya secara intravena (melalui pembuluh darah).

    Pada serangan penyakit asma yang berat biasanya kadar oksigen darahnya rendah, sehingga diberikan tambahan oksigen. Jika terjadi dehidrasi, mungkin perlu diberikan cairan intravena. Jika diduga terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

    Selama suatu serangan penyakit asma yang berat, dilakukan:

    1. Pemeriksaan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah
    2. Pemeriksaan fungsi paru-paru (biasanya dengan spirometer atau peak flow meter)
    3. Pemeriksaan rontgen dada.

    Pengobatan Penyakit Asma Jangka Panjang

    Salah satu pengobatan penyakit asma yang paling efektif adalah inhaler yang mengandung agonis reseptor beta-2 adrenergik. Penggunaan inhaler yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

    Jika pemakaian inhaler bronkodilator sebanyak 2 hingga 4 kali / hari selama 1 bulan tidak mampu mengurangi gejala, bisa ditambahkan inhaler kortikosteroid, cromolin atau pengubah leukotrien. Jika gejalanya menetap, terutama pada malam hari, juga bisa ditambahkan teofilin per-oral.

    Rainbow Cotton Cake

    Posted by Author 0 comments


    Bahan A:
    • 500 gr putih telur
    • 300 gr gula pasir

    Bahan B:
    • 15 btr kuning telur
    • 3 btr telur utuh
    • 170 gr susu segar
    • 50 gr whipped cream
    • 1 sdt vanili

    Bahan C:
    • 180 gr tepung terigu protein rendah
    • 180 gr mentega

    Bahan D:
    • 1 sdm essence/pasta lemon
    • Pewarna merah, hijau, dan coklat.

    Bahan E:
    • 100 gr cheese spread
    • 100 gr susu kental manis

    Cara membuatnya:

    1. Siapkan loyang kotak 30x20x4cm, poles mentega dan alasi dengan kertas roti, poles lagi
      Kocok bahan A hingga kaku, sisihkan.
    2. Bahan B : panaskan susu dan whipped cream, tidak boleh mendidih, masukkan telur, dan vanili aduk rata dengan balloon whisk, sisihkan, jaga tetap hangat.
    3. Bahan C : lelehkan mentega, masukkan tepung terigu sekaligus, aduk rata hingga menjadi adonan pasta.
    4. Satukan adonan B dan C, aduk rata, lalu beri sedikit demi sedikit adonan putih telur sambil diaduk dengan balloon whisk hingga rata dan menjadi adonan ringan. Tuang essence lemon.
    5. Bagi adonan menjadi 4 bagian, setiap bagian diberi warna merah, coklat, dan hijau. Satu bagian lagi biarkan tetap kuning. Tuang kedalam loyang.
    6. Oven dengan cara steam bake. Yaitu loyang dioven sambil direndam dalam air.

    Cinta Laura

    Posted by Author 0 comments
    payudara Cinta Laura
    Cinta Laura
    Cinta Laura

    Nadya Hutagalung

    Posted by Author 0 comments
    Nadya Hutagalung telanjang
    Nadya Hutagalung

    Misa Campo (Album 3)

    Posted by Author 0 comments
    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Misa Campo Hottest Babe fucking

    Davina Veronica

    Posted by Author 0 comments
    foto bugil Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica
    Davina Veronica

    Resep Cumi Goreng Kriuk

    Posted by Author 0 comments
    Cumi Goreng Kriuk

    Bahan :

    • 500 gr cumi segar, kupas dan bersihkan
    • 1 sdm air kapur sirih
    • 500 ml air
    • 150 gr havermut
    • 5 sdt makan tepung terigu protein sedang
    • minyak untuk menggoreng

    Bumbu Halus :

    • 4 siung bawang putih
    • 1 1/2 sdt garam
    • 1/4 sdt merica bubuk

    Cara Membuat :

    1. Iris cumi bentuk lingkarang setebal 1/2 cm
    2. Rendam dalam air dan kapur sirih. Diamkan 1/2 jam. Tiriskan.
    3. Bumbui cumi dengan bumbu halus dan tepung terigu. Aduk rata.
    4. Gulingkan cumi diatas havermut.
    5. Goreng sampai kering dan matang.

    Apa itu Flu Singapore?

    Posted by Author 0 comments
    Flu Singapore"Flu Singapore" sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM).

    Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Berdasar laporan yang ada, kejadian luar biasa penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto, Kanada. Sejak itu terdapat banyak kejadian di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.
    Istilah Flu Singapore muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura. Karena gejalanya mirip flu, dan saat itu terjadi di Singapura (dan kemudian juga terjadi di Indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah flu Singapore, walaupun ini bukan terminologi yang baku.

    PENYEBAB

    PTKM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Di dalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

    Penyebab PTKM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

    EPIDEMIOLOGI:

    Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena.

    Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (carrier) seperti lalat dan kecoa.

    Penyakit ini memberi imunitas spesifik, namun anak dapat terkena PTKM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya.
    Masa Inkubasi 2 - 5 hari.

    GEJALA

    Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (faringitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.

    Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

    Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit. Gejala yang cukup berat tersebut antara lain :
    - Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C.
    - Demam tidak turun-turun
    - Takikardia (nadi menjadi cepat)
    - Takipneu, yaitu napas jadi cepat dan sesak
    - Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan dehidrasi.
    - Letargi, lemas, dan mengantuk terus
    - Nyeri pada leher, lengan, dan kaki.
    - Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf kranial
    - Keringat dingin - Fotofobia (tidak tahan melihat sinar)
    - Ketegangan pada daerah perut
    - Halusinasi atau gangguan kesadaran

    Komplikasi penyakit ini adalah :
    - Meningitis (radang selaput otak) yang aseptik - Ensefalitis (radang otak)
    - Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis
    - Acute Flaccid Paralysis / Lumpuh Layuh Akut (Polio-like illness )

    Satu kelompok dengan penyakit ini adalah :

    1. Vesicular stomatitis dengan exanthem (PTKM) - Cox A 16, EV 71 (Penyakit ini)
    2. Vesicular Pharyngitis (Herpangina) - EV 70
    3. Acute Lymphonodular Pharyngitis - Cox A 10

    DIAGNOSA

    LABORATORIUM :
    Sampel ( Spesimen ) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen atau biopsi otak.

    Spesimen dibawa dengan Hanks Virus Transport. Isolasi virus dengan cara biakan sel dengan suckling mouse inoculation. Setelah dilakukan Tissue Culture, kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu / IPA, CT, PCR dll. Dapat dilakukan pemeriksaan antibodi untuk melihat peningkatan titer.

    Diagnosa Laboratorium adalah sebagai berikut :

    1. Deteksi Virus :
    - Immuno histochemistry (in situ)
    - Imunofluoresensi antibodi (indirek)
    - Isolasi dan identifikasi virus.

    Pada sel Vero ; RD ; L20B
    Uji netralisasi terhadap intersekting pools
    Antisera (SCHMIDT pools) atau EV-71 (Nagoya) antiserum.

    2. Deteksi RNA :
    RT-PCR
    Primer : 5 CTACTTTGGGTGTCCGTGTT 3
    5 GGGAACTTCGATTACCATCC 3
    Partial DNA sekuensing (PCR Product)

    3. Serodiagnosis :
    Serokonversi paired sera dengan uji serum netralisasi terhadap virus EV-71 (BrCr, Nagoya) pada sel Vero.
    Uji ELISA sedang dikembangkan.
    Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis PTKM, hanya kita dapat mengatahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71.

    PENGOBATAN

    1. Istirahat yang cukup
    2. Pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan secara simptomatik saja berdasarkan keadaan klinis yang ada.
    3. Dapat diberikan :
    - Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus
    - Extracorporeal membrane oxygenation.
    4. Pengobatan simptomatik :
    - Antiseptik di daerah mulut
    - Analgesik misal parasetamol
    - Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam
    - Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )

    Penyakit ini adalah self limiting diseases, yaitu dapat sembuh dengan sendirinya, dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas.

    PENCEGAHAN

    PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT:

    Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan kekumuhan dan kepadatan lingkungan; kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan maupun perorangan. Cara yang paling gampang dilakukan adalah misalnya membiasakan selalu cuci tangan, khususnya sehabis berdekatan dengan penderita, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.

    Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.

    Di Rumah sakit Universal Precaution harus dilaksanakan.
    Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

    UPAYA PEMERINTAH DALAM HAL INI :

    Meningkatkan survailans epidemiologi (perlu definisi klinik)
    Memberikan penyuluhan tentang cara-cara penularan dan pencegahan PTKM untuk memotong rantai penularan.
    Memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda dan gejala PTKM
    Menjaga kebersihan perorangan.
    Bila anak tidak dirawat, harus istirahat di rumah karena :

    - Daya tahan tubuh menurun.
    - Tidak menularkan kebalita lainnya.

    Menyiapkan sarana kesehatan tentang tatalaksana PTKM termasuk pelaksanaan Universal Precautionnya.

    Jenis Asma

    Posted by Author 0 comments
    Jenis AsmaBerdasarkan pemicu timbulnya serangan asma, gangguan asma dapat dibedakan menjadi: asma yang dipicu oleh olahraga dan asma yang dipicu oleh alergi.

    Asma yang dipicu oleh olahraga

    Anak-anak yang mempunyai jenis asma ini akan mendapat serangan asma bila melakukan aktifitas berat seperti berenang, lari atau bersepeda. Sebenarnya dengan pengobatan yang tepat, anak-anak ini masih dapat melakukan olahraga atau kegiatan-kegiatan fisiknya lainnya, seperti anak lainnya.

    Bila anak mendapat serangan asma hanya disebabkan karena olahraga, biasanya dokter akan memberikan obat yang dapat dipakai sebelum anak tersebut melakukan kegiatan fisik tersebut untuk mencegah terjadinya serangan asma saat berolahraga. Walaupun demikian, masih ada kemungkinan, anak tersebut tetap mendapat serangan asma saat berolahraga, tapi risikonya kecil. Oleh karena itu orangtua maupun sang anak harus selalu siap dengan obat asmanya. Guru atau pelatih olahraga juga harus diberitahu akan kondisi sang anak, jadi mereka siap menghadapi jika suatu saat serangan asma terjadi.

    Asma yang dipicu karena alergi

    Walaupun tidak selalu anak yang menderita asma mempunyai alergi yang dapat memicu serangan asmanya, tapi diperkirakan 75-85% penderita asma mempunyai jenis alergi tertentu.

    Anak-anak ini mempunyai kecenderungan alergi sejak lahir, yang diturunkan secara genetika dari kedua orangtuanya. Dalam tubuhnya akan didapati kadar tinggi dari antibodi alergi yaitu Imunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE ini akan mengenali alergen dalam jumlah kecil seperti debu tungau dan mengadakan reaksi seperti dilepaskannya histamin yang membuat anak menjadi bersin-bersin, pilek, mata berair dan lain sebagainya. Sebenarnya ini merupakan usaha tubuh untuk melawan alergen yang masuk, hanya reaksinya lebih hebat dari orang pada umumnya. Pada anak dengan asma, histamin yang dilepaskan itu dapat juga memicu serangan asma.

    Jenis alergi penyebab sebenarnya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan khusus pada dokter. Setelah diketahui, maka yang terpenting adalah menghindari alergen tersebut untuk mencegah timbulnya serangan asma. Bila tidak mungkin dihindari, maka biasanya dokter memberikan obat anti histamin untuk mencegah pelepasan histamin dalam tubuh.

    Blog Stat



    Artikel Paling Top

    Posting Terbaru

    feed